Tampilkan postingan dengan label gmpcollect. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gmpcollect. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2009

lowongan kerja




Update Juli s/d September 2009
lokasi dalam jangkauan
1. Politeknik Sriwijaya
2. Politeknik Bandung
3. Politeknik Yogyakarta
4. Politeknik Malang

Profile Gunung Madu Plantations

PT Gunung Madu Plantations (GMP), yang didirikan pada tahun 1975, merupakan pelopor usaha perkebunan dan pabrik gula di luar Jawa, khususnya Lampung. Perusahaan ini berstatus PMA. Areal perkebunan tebu dan pabrik gula PT GMP terletak di Desa Gunung Batin, Lampung Tengah—sekitar 90 km arah utara kota Bandar Lampung.

Luas areal GMP yang dikelola 36.000 ha, dengan luas kebun produksi sekitar 25.000 ha. Sisa lahan di luar kebun produksi merupakan jalan, sungai-sungai, kawasan konservasi, bangunan pabrik, perkantoran dan permukiman karyawan. Selain itu ada sekitar 4.000 ha areal tebu rakyat yang bermitra dengan PT GMP. Luas areal tebu rakyat ini masih akan terus berkembang.

Topografi wilayah pada umumnya datar. Sepanjang bentang darat dijumpai adanya lebung yang potensial sebagai tandon air dan beberapa sungai cukup besar melintas di wilayah timur.

Jenis tanah termasuk ultisol (podsolik merah kuning) dengan lapisan top soil sangat tipis. Sifat fisik dan kimia tanah mengharuskan diterapkannya teknologi budidaya yang tepat dan bijaksana.

Curah hujan tahunan sekitar 2.700 mm. Musim tebang dan giling dilaksanakan dari bulan April sampai Oktober, bersamaan dengan periode yang relatif kering.

Musim tebang dan giling pertama dilaksanakan tahun 1978. Pabrik mengikuti proses sulfitasi ganda untuk menghasilakan gula SHS. Kapasitas giling terpasang mula-mula sebesar 4.000 TCD (ton tebu per hari), kemudian mulai tahun 1994 diperbesar secara bertahap menjadi 12.000 TCD. Sejak 2007 mulai dikembangkan lagi menuju 16.000 TCD.

Teknologi maju diterapkan di kebun dan di pabrik, termasuk pemanfaatan alat mesin pertanian secara luas serta otomatisasi di beberapa stasiun di pabrik. Sekalipun demikian sejumlah 8.000 – 10.000 pekerja tetap terserap setiap harinya selama musim tebang dan giling.

Tingkat produksi kini mencapai rata-rata 2 juta ton tebu dan sekitar 190.000 ton gula per tahun. Kualitas gula secara rutin diuji dan disertifikasi oleh Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia sebagai laboraturium Komite Akreditasi Nasional.

 

PARAMETER KUALITAS GULA GUNUNG MADU
Unsur

Hasil Analisis Standar GKP1
Warna kristal (%)

75.29 Min 70
Besaran butir(mm)

0.96 0.8 – 1.2
Kadar air (%b/b)

0.05 Max 0.10
Polarisasi (°Z, 20°C)

99.61 Min 99.60
Kadar abu %b/b)

0.05 Max 0.10
SO2 (mg/kg)

14 Max 30

 

Gula Gunung Madu dipasarkan di kawasan Sumatera Bagian Selatan (Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu), DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Hasil samping (co product) berupa tetes (molasses) dijual langsung ke sektor industri hilir dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Tetes merupakan bahan baku etanol, monosodium glutamat (MSG), pelet, kecap, dan lysin. Sebagian besar tetes diekspor ke Thailand, Taiwan, Jepang, dan Uni Eropa. Sebagian lagi dibeli industri pakan ternak di dalam negeri.

 

Menjaga Lingkungan

Usaha perkebunan tebu dan pabrik gula PT Gunung Madu Plantaions merupakan kegiatanyang ramah lingkungan. Limbah dari kebun maupun pabrik dimanfaatkan kembali dan ternyata memberikan keuntungan yang sangat besar.

Pengolahan limbah

Limbah pertanian berupa sisa-sisa tanaman (pucuk tebu dan daun) dikembalikan ke tanah sebagai mulsa, sehingga menambah kesuburan tanah.

Sementara limbah padat dan limbah cair dari pabrik, tetapi juga dikelola lagi sehingga bermanfaat, bahkan secara ekonomis sangat menguntungkan.

Limbah padat berupa ampas tebu (bagasse) misalnya, dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar ketel uap (boiler) untuk penggerak mesin pabrik dan pembangkit tenaga listrik untuk perumahan karyawan, perkantoran, dan peralatan irigasi. Karena itu, pabrik dan pembangkit listrik Gunung Madu tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM), baik saat musim giling (on season) maupun tidak giling (off season).

Limbah padat lain adalah endapan nira yang disebut blotong (filter cake) dan abu. Blotong, abu, dan bagasse dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos, yang digunakan lagi di kebun sebagai penyubur tanah.

Limbah cair yang dikeluarkan pabrik merupakan limbah organik dan bukan Limbah B3 (bahan beracu dan berbahaya). Limbah cair ini dikelola melalui dua tahapan.

Pertama, penanganan di dalam pabrik (in house keeping). Sistem ini dilakukan dengan cara mengefisienkan pemakaian air dan penangkap minyak (oil trap) serta pembuatan bak penangkap abu bagasse (ash trap).

Kedua, penanganan setelah limbah keluar dari pabrik, melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL dibangun di atas tanah seluas lebih dari 8 ha, terdiri dari 13 kolam dengan kedalaman bervariasi dari 2 m (kolam aerasi) sampai 7 m (kolam anaerob). Total daya tampung lebih dari 240.000 m3, sehingga waktu inap (retention time) dapat mencapai 60 hari.

 

Agen Pembangunan

Gunung Madu merupakan pelopor industri gula di luar Jawa. Dan ternyata berhasil membuktikan bahwa industri gula di luar Jawa, khususnya di Lampung, mampu mencapai produktivitas yang cukup tinggi, dengan rendemen di atas 9% dan produktivitas gula di atas 7 ton/ha. Hal ini menghapus pendapat bahwa tanaman tebu dan industri gula hanya dapat tumbuh di Jawa.

Keberhasil GMP telah menambah keyakinan pemerintah tentang prospek peningkatan produksi gula nasional dan memancing pihak BUMN maupun swasta lain untuk menggalakkan perkembangan industri gula di luar Jawa.

Packing Gula GMP

Perkembangan Gunung Madu Plantations yang menggembirakan diikuti kemudian dengan tumbuhnya perkebunan tebu dan pabrik gula lainnya, seperti Bunga Mayang, Gula Putih Mataram, Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa, sehingga Lampung menjadi lumbung gula nasional yang baru.

Dengan demikian impor gula Indonesia minimal dapat berkurang, sehingga bisa menghemat devisa negara.

Di GMP telah tumbuh keahlian di bidang budidaya tebu lahan kering dan pabrik gula yang sudah teruji. Potensi ini dapat dimanfaatkan oleh kalangan yang lebih luas demi kemajuan industri gula nasional. Di Lampun sendiri, GMP telah berperan dalam membantu peningkatan produksi PT Gula Putih Mataram (tahun 1991). Juga dalam membuka industri gula baru, seperti PT Sweet Indo Lampung, PT Indo Lampung Perkasa, dan PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI).

Bahkan sejak 2003 teknologi tersebut telah dikembangkan ke masyarakat melalui program kemitraan tebu rakyat di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, dan Kabupaten Tulangbawang. Disamping memasyarakatkan pertanian tebu, kemitraan dengan pola bagi hasil dan petani mandiri juga merupakan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

GMP menyerap tenaga kerja tetap sekitar 1.800 orang, ditambah sekitar 8.500 tenaga musiman saat musim tebang dan giling yang berlangsung sejak sejak April hingga Oktober. Kegiatan yang berlangsung pada saat musim kemarau ini sangat menguntungkan kedua belah pihak. GMP dapat memberikan peluang kerja bagi masyarakat di sekitar perusahaan yang mayoritas petani, dimana saat kemarau tidak bisa bercocok tanam dan membutuhkan mata pencaharian lain.

 

Pengembangan SDM dan Fasilitas Karyawan

GMP sangat memperhatian pengembangan sumberdaya manusia (SDM), yang tidak hanya terbatas pada karyawan, tetapi juga keluarganya. Bahkan mempersiapkan karyawan ketika memasuki masa pensiun.

Organisasi-organisasi penunjang untuk kesejahteraan karyawan dan keluarganya difasilitasi pengembangannya oleh PT GMP. Di antaranya Yayasan Pendidikan Gunung Madu (YP GMP), Koperasi Gunung Madu (KGM), Ikatan Istri Karyawan (IIK), Yayasan Musim Gunung Madu (YMGM), Badan Kerja Sama Umat Kristiani (BKS), dan Dana Pensiun Gunung Madu (DP GMP).

Yayasan Pendidikan Gunung Madu yang berdiri sejak 1979, saat ini mengelola pendidikan untuk lebih dari 2.600 murid TK, SD, dan SMP yang belajar di lingkungan GMP. Sejak 2005 dipercaya mengelola program kerja sama GMP dan Pemda Lampung Tengah untuk meningkatkan mutu SDM kependidikan se Kabupaten Lampung Tengah. Program ini dilakukan melalui pelatihan-pelatihan guru di Local Education Centre GMP, yang biayanya disediakan perusahaan.

Koperasi Gunung Madu (KGM) merupakan salah satu koperasi teladan nasional, yang sudah sering mendapatkan penghargaan dari tingkat kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat. KGM, yang beranggotakan lebih dari 2.100 orang memberikan banyak kemudahan bagi warga dan rekanan Gunung Madu. Adanya toko-toko KGM di lima perumahan membuat warga dengan mudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. KGM juga banyak membantu fasilitas pendidikan di Gunung Madu. Yang tidak kalah penting, KGM menyelenggarakan pelatihan bagi para karyawan yang akan memasuki masa pensiun.

Fasilitas Olahraga di GMP

Organisasi Ikatan Istri Karyawan (IIK) juga merupakan salah satu penopang kinerja karyawan sekaligus perusahaan. Karena dengan berbagai pembinaan melalui arisan, peringatan Hari Kartini, olahraga, dan lain-lain membuat situasi rumah tangga karyawan makin harmonis.

Sementara berbagai kegiatan umat Islam dikelola oleh Yayasan Muslim Gunung Madu. Organisasi ini menggelar cara hari-hari besar Islam, pengajian akbar, mengelola zakat, pembekalan bagi calon jemaah haji, mengelola madrasah, pengadaan dan distribusi hewan kurban ke warga GMP dan pondok-pondok pesantren di Lampung Tengah, dan lain-lain.

Sedangkan kegiatan umat Kristiani dikelola BKS, misalnya peringatan har-hari besar umat Kristen, bakti sosial, sekolah minggu, dan lain-lain. GMP selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas keimanan dan menjaga kerukunan umat beragama.

Lembaga yang juga penting adalah Dana Pensiun Gunung Madu. Dana Pensiun ini mengelola dana pensiun karyawan dengan sistem iuran pasti. Dana yang dikelola sudah mencapai puluhan miliar, dan terus dikembangkan, sehingga menjadi bekal yang sangat berarti ketika karyawan pensiun.

Karyawan di areal konsesi Gunung Madu mendapatkan banyak fasilitas.  Perusahan telah membangun lebih dari 1.700 unit rumah untuk para karyawannya. Perumahan ini dibangun terpencar di enam lokasi strategis. Disamping itu dibangun pula bedeng-bedeng permukiman yang dapat menampung sekitar 10.000 pekerja harian. Seluruh pemukiman ini dilengkapi fasilitas listrik dan air bersih secara cumu-cuma.

Perusahaan menyediakan pula fasilitas-fasilitas lain seperti poliklinik, taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP). Juga masjid, gereja, sarana olahraga, warung-warung, toko-toko koperasi, bank, fasilitas ATM, serta gedung-gedung pertemuan. Masyarakat dari desa sekitar GMP dapat ikut memanfaatkan fasilitas-fasilitas ini.

Untuk keperluan sayuran segar dan lauk pauk, pasokan datang dari masyarakat desa sekitar, sehingga berkembanglah pasar pagi di GMP. Bahkan tumbuh juga pasar malam, yaitu ketika karyawan baru menerima gaji. Pedagang datang dari berbagai tempat. Segala keperluan sandang, pangan, dan hiburan ada di sini.

Interaksi dengan masyarakat sekitar memang sangat erat. Tumbuh dan berkembangnya Gunung Madu juga telah meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, terbukti dengan munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru.

GMP pun berusaha hubungan baik yang sudah terjalin. Melalui pembinaan kemitraan tebu; bantuan-bantuan fisik seperti masjid, kantor kepala kampung, listrik, peralatan kantor, pengerasan jalan, jembatan, dan lain-lain; pertandingan olahraga; juga bantuan air bersih kepada warga sekitar ketika musim kemarau.

 

Visi, Misi, dan Nilai Inti

Keberhasilan GMP sebagai sebuah perusahaan yang maju telah memberikan gambaran cerah tentang agroindustri, terutama pergulaan nasional. Potensi terbesar yang dimiliki Indonesia adalah bidang pertanian, karena ketersediaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang sangat besar.

Industri pertanian seperti Gunung Madu telah nyata membuktikan betapa efektif dan harmonisnya pemanfaatan sumberdaya alam, penyerapan tenaga kerja, pembukaan daerah terpencil, dan pengembangan wilayah perdesaan. Bidang pertanian tetap merupakan penyerap tenaga kerja terbesar dan paling efisien bagi Indonesia.

Keberhasilan GMP ini juga tidak terlepas dari etos perusahaan yang tertuang dalam visi, misi, dan nilai inti.

Industri pertanian seperti Gunung Madu telah nyata membuktikan betapa efektif dan harmonisnya pemanfaatan sumberdaya alam, penyerapan tenaga kerja, pembukaan daerah terpencil, dan pengembangan wilayah perdesaan. Bidang pertanian tetap merupakan penyerap tenaga kerja terbesar dan paling efisien bagi Indonesia.

PT Gunung Madu Plantations yakin bahwa predikat agen pembangunan tidak perlu dimonopoli oleh badan usaha milik negara. Dalam praktik, badan usaha swasta seperti PT GMP jelas telah berfungsi sebagai agen pembangunan. Pada akhirnya, kemajuan dan viabilitas dari badan usaha itulah yang akan menentukan seberapa besar peranannya sebagai agen pembangunan. Makin maju dan makin sehat badan usaha itu, makin besar manfaatnya bagi pembangunan wilayah sekitarnya.

Meski berhasil, Gunung Madu tidak pernah puas. Karena itu akan selalu berinovasi agar produktivitas gula semakin tinggi, sehingga gula Gunung Madu semakin kompetitif di tingkat ASEAN, dan siap menghadapi berbagai perubahan pasar global.

IKAGI

Salah satu fungsi Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya, dalam rangka menunjang peningkatan produktivitas gula maupun pengembangan industri hasil sampingnya. Acara Temu Lapang merupakan salah satu pendekatan untuk melaksanakan fungsi tersebut, dan kegiatan ini telah menjadi bagian dari kalender rutin IKAGI.
Di tahun ini, IKAGI Cabang Sumatera, khususnya Ranting Gunung Madu Plantations (GMP), telah mendapat kepercayaan sebagai pelaksana Temu Lapang IKAGI 2009 di Lampung yang akan diselenggarakan pada tanggal 24-25 Juli 2009.
Ditahun 2008 yang lalu produksi gula nasional sudah mendekati 2,7 juta ton, meningkat sekitar 9,3 % dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan berturut-turut selama 5 tahun terakhir ini seolah-olah merupakan rebound dari keterpurukan produksi gula nasional yang sempat dialami sebelumnya. Perkembangan ini sungguh menggembirakan, karena berarti para pelaku industri gula nasional sudah berjalan pada track yang benar sehingga sasaran swasembada maupun kemajuan lebih lanjut dari industri gula nasional dapat kita songsong dengan penuh optimisme.
Data menunjukkan bahwa produktivitas tebu dan hablur di Jawa (khususnya Jawa Timur) telah mengalami kemajuan yang sangat berarti dengan langkah-langkah baru dan inovatif yang secara konsisten terus dilakukan. Sementara itu pabrik-pabrik gula di Lampung juga tetap mantap dengan produktivitas hablurnya yang cukup tinggi, khususnya karena ditunjang oleh rendemen yang relatif lebih baik dibanding di Jawa. Dengan perkembangan seperti itu banyak pabrik gula kita yang kini membidik peningkatan kapasitas.
Pada titik ini kita tentu tidak boleh terlalu cepat berpuas diri dan berhenti berinovasi. Produktivitas tebu dan hablur masih harus terus ditingkatkan. Tentu sangat ideal bila produktivitas tebu di Jawa yang semakin meningkat itu dapat dikombinasikan dengan rendemen di Lampung yang sejauh ini cukup baik.

Kegiatan Temu Lapang IKAGI merupakan forum yang tepat untuk melangsungkan pertukaran pengalaman, ilmu dan teknologi diantara para sejawat dilingkungan industri gula, dimana masing-masing pihak dapat menyerap keunggulan dan inovasi yang telah ditunjukkan lebih dulu oleh pihak yang lain. Perkebunan tebu dan pabrik gula GMP sebagai representasi dari industri gula di Lampung dan Sumatera pada umumnya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, merasa mendapat kehormatan ditunjuk sebagai ajang Temu Lapang IKAGI 2009 ini, sekaligus siap berbagi pengalaman dan teknologi dengan yang lain.

Temui Lapang IKAGI 2009 ini mengusung tema 'Saling berbagi demi peningkatan produktivitas gula nasional'. Dengan tema yang sederhana ini tetap diharapkan manfaat yang nyata bagi seluruh peserta, yang pada gilirannya akan diikuti pula oleh terwujudnya peningkatan produktivitas yang nyata di setiap perusahaan/pabrik gula.

Yang diharapkan hadir
Forum ini tentu sangat menarik dan bermanfaat bagi seluruh anggota IKAGI diseluruh Indonesia, baik para decision & Policy makers maupun mereka yang akan segera menerima tanggung jawab melanjutkan jalannya perusahaan/industri gula nasional ke depan, dan para praktisi industri gula pada umumnya


Kegiatan
Rangkaian acara dimulai 24 Juli 2009 di Bandar Lampung, yang akan menjadi kota tempat seluruh peserta menginap. Kegiatan utama disini adalah registrasi peserta dan jamuan makan malam sebagai ucapan selamat datang. Pagi-pagi keesokan harinya, 25 Juli 2009, seluruh peserta berangkat ke GMP menggunakan bus. Kegiatan Temu Lapang berlangsung sehari penuh.
Dibidang pertanian, GMP antara lain akan berbagi pengalaman tentang aplikasi zat pemacu kemasakan, pengelolaan varietas, pengelolaan air dan irigasi, pengelolaan panenan (tebang dan angkut), serta beberapa kegiatan penting lainnya. Sementara dibidang pabrik/pengolahan, para peserta dapat saling berbagi mengenai pengelolaan energi, peningkatan efisiensi, peningkatan kapasitas ( pabrik GMP sudah mampu mencapai 14000 TCD), serta kiat-kiat penyelenggaraan maintenance, dan kegiatan lain yang relevan.
Demi efisiensi waktu para peserta akan dibagi kedalam dua kelompok, yakni Kelompok Pertanian dan Kelompok Pabrik. Setiap kelompok hanya meninjau kegiatan terkait masing-masing.

Untuk informasi lebih lengkap.. kunjungi website kami di Http://www.Gunungmadu.co.id

Kamis, 13 November 2008

GUNUNG MADU PLANTATIONS

Rating:★★
Category:Other
GAMBARAN UMUM

Sejarah Berdirinya PT. Gunung Madu Plantations

PT Gunung Madu Plantatation (GMP) merupakan perusahaan patungan antara perusahaan swasta asing dan swasta nasional yang berstatus Perkebunan tebu Modal Asing (PMA) yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kwok Investment (Hongkong). Perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan tebu dan pabrik gula. Pendirian PT. Gunung Madu Plantations pada tanggal 20 Oktober 1975 ini merupakan kebijakan pemerintah mengembangkan industri gula di luar Jawa untuk meningkatkan produksi gula nasional agar Indonesia menjadi negara yang berswasembada gula. Adanya keterbatasan dana membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk mengundang pihak swasta agar ikut melaksanakan pengembangan industri gula ini.
Sehingga pada tahun 1976 dibangunlah sebuah pabrik gula sederhana dengan kapasitas 4000 TCD

Lokasi PT. Gunung Madu Plantations ini terletak di Gunung Batin, Lampung Tengah, sekitar 90 km arah utara kota Bandar Lampung tepatnya pada jalan lintas Sumatera Bagian Timur. Total areal yang dikelola 35.000 ha dengan luas kebun 24.500 ha. Sisanya merupakan jalan, bangunan pabrik, perkantoran, pemukiman, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sungai-sungai, rawa, dan kawasan konservasi. Sarana dan Prasarana umum ke Lokasi Pabrik tersedia dan cukup Lancar. Jaraknya ± 7 km dari jalan aspal.
Perkebunan tebu dan pabrik gula merupakan kegiatan yang ramah lingkungan. Hasil samping dan limbahnya mempunyai nilai ekonomis. Limbah pertanian yang berupa sisa-sisa tanaman (pucuk, daun) dikembalikan ke tanah sebagai mulsa. Limbah pabrik berupa ampas tebu (bagasse) digunakan untuk bahan bakar ketel pembangkit tenaga listrik dan bahan pupuk kompos. Sementara blotong (filter cake) juga dikembalikan ke kebun sebagai pupuk organik.

Produksi utama PT. GMP berupa gula pasir, rata-rata 200.000 ton/tahun. Sedangkan hasil sampingan berupa molasses rata-rata 75.000 ton/tahun yang dipasarkan di Luar Negeri yang biasanya digunakan sebagai bahan pakan ternak.

GMP memiliki kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) seluas 10 ha untuk memproses limbah cair. Air yang telah bersih dimanfaatkan lagi untuk irigasi tanaman di kebun. Kolam IPAL selama ini juga dimanfaatkan warga untuk rekreasi dan memancing. IPAL GMP sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai IPAL terbaik di Lampung Tengah maupun tingkat Provinsi Lampung.

Bagi masyarakat desa sekitar, keberadaan PT. GMP sangat membantu. Selain menyediakan lapangan kerja, PT. GMP juga sudah banyak membantu pembangunan fasilitas umum desa, seperti balai desa, kantor Dewan Perwakilan Kampung, masjid, pengerasan jalan, gorong-gorong, dan sebagainya.

Setiap kemarau, PT. GMP memberi bantuan air bersih secara cuma-cuma kepada warga desa sekitar. Bukan hanya itu PT. GMP pun sejak tahun 2004 mejadi pusat pelatihan bagi peningkatan mutu guru di Kabupaten Lampung Tengah.

PT. GMP merupakan pionir usaha perkebunan tebu lahan kering. Karena itu, berbagai inovasi dilakukan secara berkesinambungan. Pada tahap awal, GMP menempuh antara lain pembangunan infrastruktur, teknologi budidaya tebu lahan kering, pelatihan SDM di sisi manajemen dan teknik alih teknologi.

Inovasi lanjutan di lini pabrik antara lain efisiensi energi, otomatisasi dan komputerisasi, manajemen lingkungan, pengembangan dan maksimalisasi kapasitas. Saat ini, GMP berhasil memproduksi tebu sebesar 12.000 ton tebu per hari (TCD).

Dalam kiprahnya, GMP mampu mengubah lahan nonproduktif seluas 35.000 hektare (Ha) menjadi lahan perkebunan tebu produktif dengan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan. GMP juga berhasil mendorong berkembangnya industri gula di Lampung.

Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance (GCG) GMP menerapkan tata kelola industri yang baik dalam rangka peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Hal-hal yang ditempuh antara lain perbaikan teknik budidaya dengan aplikasi ZPK (zat pemacu kemasakan) yang dapat meningkatkan rendemen 1 poin. Aplikasi ini juga mampu menstabilkan rendemen di sepanjang musim giling.

Selain itu, GMP telah menerapkan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melakukan kemitraan tebu rakyat. GMP menilai keikutsertaan masyarakat sekitar untuk ikut menanam tebu merupakan respon terhadap imbauan dan tekanan pemerintah yang kian kuat untuk pengembangan daerah.

B. Visi Dan Misi Perusahaan

Dalam kiprahnya, PT. Gunung Madu Plantations memiliki visi yaitu “ Menjadi produsen gula yang paling efisien di ASEAN dengan menerapkan system pertanian berkelanjutan dan menciptakan peluang usaha yang berbasis pertanian serta pengembangan produksi/diversifikasi”

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, maka misi yang dijalankan oleh PT. Gunung Madu Plantation antara lain :
• Meningkatkan terwujudnya swasembada gula nasional melalui penerapan teknologi yang inovatif
• Meningkatkan kesejahteraan karyawan
• Membantu meningkatkan pengembangan daerah sekitar
• Meningkatkan keuntungan pemegang saham

Pada PT. Gunung Madu Plantations, ada beberapa budaya yang memiliki nilai integritas yaitu :
• Integritas
• Profesionalisme
• Produktivitas dan efisiensi
• Kesinambungan
C. Kontribusi PT. Gunung Madu Plantations
1. Terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah
• pembayaran berbagai pajak (PBB, PPN, PPH) dan retribusi
• GMP menyerap tenaga sekitar 1.700 orang sebagai karyawan tetap, ditambah sekitar 8.500 orang sebagai tenaga kerja harian dan musiman pada waktu musim giling (april-oktober). Di Luar musim giling ()ktober-Maret), tenaga kerja harian yang masih dapat diserap sekitar 4.000 orang.
• Pada waktu musim giling, setiap minggu dibayar upah (untuk tenaga kerja harian) sekitar Rp1,5 s/d 2,5 Milyard, sedangkan untuk gaji karyawan dibayarkan sekitar Rp2 Milyard per bulan. Dana sebesar ini sebagian besar terserap di Propinsi Lampung sendiri, khususnya di sekitar lokasi GMP.
• Berbagai barang, bahan dan material juga dibeli secara lokal ( di Lampung). Pembelian lokal ini dapat mencapai rata-rata Rp10 Milyard setiap bulannya.
• Perputaran dana serta keterlibatan dan kegiatan dari begitu banyak tenaga kerja juga menumbuhkan berbagai kegiatan ekonomi ikutan yang menguntungkan semua pihak dan daerah. Misalnya angkutan umum, bertumbuhnya pasar, warung dan toko, berkembangnya kegiatan perbengkelan dan pertukangan, kontraktor bangunan dan lain-lain.
• Terjadi interaksi positif dengan lembaga-lembaga pendidikan setempat yang pada saatnya dapat berfungsi sebagai wahana pemasok tenaga kerja, khususnya SLTA dan perguruan tinggi. GMP terbiasa menerima siswa dan mahasiswa praktek, termasuk untuk penelitian, dari tingkat SLTA, D3, S1, S2 maupun S3.
• GMP memberikan berbagai bantuan sosial bagi desa sekitar. Rumah sakit GMP sering menerima pasien-pasien dari desa sekitar. Secara umum, bertumbuhnya kegiatan ekonomi telah menyebabkan terbukanya daerah-daerah terpencil, sehingga memperluas pemerataan pembangunan.

2. Terhadap perkembangan industri gula nasional
• GMP membuktikan bahwa industri gula di luar Jawa, khususnya di Lampung dapat berkembang dengan baik dan mampu mencapai tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Hal ini menghapus pendapat bahwa tanaman tebu dan industri gula hanya dapat tumbuh di Pulau Jawa.
• Keberhasilan GMP telah menambah keyakinan pemerintah tentang prospek peningkatan produksi gula nasional yang lebih cerah, dan memancing pihak BUMN maupun pihak swasta lainnya untuk menggalakkan perkembangan industri di luar Jawa.
• Impor gula Indonesia minimal dapat berkurang sejumlah produksi gula GMP yang cukup berarti bagi penghematan devisa negara.
• Di dalam GMP telah tumbuh keahlian di bidang pertebuan dan pergulaan lahan kering yang sudah teruji berupa para professional dan manajer di bidang pergulaan. Potensi ini dapat dimanfaatkan oleh kalangan yang lebih luas demi kemajuan industri gula nasional.
• Temuan-temuan GMP yang bermanfaat, khususnya di bidang teknologi, senantiasa dimasyarakatkan oleh GMP melalui berbagai forum pertemuan industri gula. GMP juga sering diminta menjadi tempat pelatihan bagi karyawan-karyawan pabrik gula lain.

D. Ketenagakerjaan
PT. Gunung Madu Plantation memiliki jumlah tenaga kerja antara lain :
• Karyawan tetap : 1800 orang
• Karyawan musiman : 8000 orang yaitu pada musim tebang dan giling
• Karyawan harian : 2000 orang.
Karyawan tetap merupakan tenaga kerja bulanan yang bekerja pada perusahaan dengan menerima upah dan imbalan dalam bentuk lain dan mempunyai jangka waktu kerja tidak tertentu dan melaksanakan tugas yang diberikan pengusaha sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku serta termasuk dalam struktur tetap perusahaan.

Pekerja musiman merupakan pekerja yang diterima bekerja untuk jangka waktu tertentu selama musim tanam atau musim tebang dan giling, mendapat upah dan pembayaran mingguan dan oleh karena itu tidak termasuk dalam struktur karyawan tetap.

Fasilitas yang diberikan kepada staff dan karyawan PT. Gunung Madu Plantations antara lain :
• Production Bonus
• Jamsostek
• Asuransi Tambahan (Khusus untuk meninggal karena kecelakaan kerja)
• Dana Pensiun (4% employees, 8% GMP)
• Medical Service (In site dan Out site)
• Medical Check-up
• Cuti dan Libur Lelah
• THR
• Rumah Dinas (Listrik, Air, Perabot & Pemeliharaan)
• Pakaian Kerja (2 stel per tahun)
• Sepatu kerja (1 pasang per tahun)
• Gula Subsidi 6 kgs per bulan (13 bulan)
• Motorcycle Allowance, Transport facility
• Housing Loan
• Bantuan biaya pendidikan bagi anak karyawan di Perguruan Tinggi Negeri


Fasilitas social yang ada di PT. Gunung Madu Plantation :
• Sekolah SD Negeri s/d SMP Swasta tersedia di Site
• Bus Sekolah untuk pelajar SLTA keluar site
• Pembinaan, fasilitas dan prioritas peluang bisnis untuk Koperasi Karyawan
• Fasilitas Umum (Club House, Sport Hall and area, Swimming Pool, Musical instrument & equipment, Internal Bulletin / Newspaper)
• Sarana Umum (Tenda, Kursi, Sound System, GSM, Telephone & Internet access, collective bus, etc)
Organisasi social Site PT. Gunung Madu Plantations :
• Koperasi Gunung Madu (KGM)
 Simpan Pinjam
 Pengadaan Barang konsumsi
 Investasi Bisnis Anggota
• Yayasan Pendidikan
 Fasilitas Sekolah
 Bantuan Biaya Pendidikan
• Yayasan Keagamaan (Muslim & Nasrani)
• Ikatan Istri karyawan
• Kepamongan

Pembinaan dan kesejahteraan karyawan :
a. Koperasi Gunung Madu
PT. GMP juga berusaha meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan berdirinya Koperasi Gunung Madu (KGM) . KGM mendapatkan penghargaan dari Presiden RI dalam rangka Hari Koperasi Indonesia di Provinsi Bali tahun 2007 . Total asset 60 M, SHU 12 M/th
b. Organisasi serikat pekerja.
PT. GMP termasuk perusahaan yang paling awal mempunyai intitusi serikat pekerja (SPSI) di Provinsi Lampung.
Dan sampai saat ini telah menghasilkan PKB (Perjanjian Kerja Bersama) ke 11 yang direvisi setiap dua tahun secara dinamis sesuai kemajuan perusahaan

E. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan tipe organisasi, per departemen organisasi kedudukan dan jenis wewenang penjabat, bidang dan hubungan pekerjaan, garis perintah dang tanggung jawab, rentang kendali dan system pimpinan organisasi (Hasibuan, 2001)
Struktur organisasi PT. Gunung Madu Plantations tergolong pada tipe lini (Lini organization). Dalam organisasi lini ini, pendelegasian wewenang dilakukan secara vertical melalui garis terpendek dari Pimpinan PT. Gunung Madu Plantations kepada setiap staff dan karyawan yang berada pada jabatan terendah.
Setiap kepala departemen mempunyai tanggung jawab untuk melapork kepada kepala bidang yang berada pada satu tingkat di atasnya.

Organisasi PT. Gunung Madu Plantations terdiri dari 4 Departement yang mempunyai tugas dan wewenagn masing-masing.
Berikut ini tugas dari masing-masing department :
a. Departement Plantations
Bertanggung jawab melaksanakan kegiatan-kegiatan mulai dari pembukaan lahan, penyiapan lahan, penanaman, perawatan, pemanenan dan pengangkutan tebu ke lokasi pabrik.

b. Departement Factory
Bertugas melaksanaan penerimaan tebu, proses pengolahan tebu menjadi gula, penimbangan, pengemasan dan pengiriman barang ke gudang.

c. Departement Service Bussiness dan Finance
Bertugas melaksanakan kegiatan penggudangan, penjualan, pembelian barang-barang yang dibutuhkan, pembukuan, kepegawaian, keehatan dan keamanan.

d. Departement Research dan Development
Bertanggung jawab dalam penelitian dan pengembangan pada kebun dan pabrik. Misalnya mendapatkan varietas unggul, perlundungan terhadap hama dan penyakit, bobot dan tinggi tebu, mengurangi tingkat kehilangan glukosa dalam tebu-tebu lain.

Adapun struktur organisasi PT. Gunung Madu Plantations sebagai berikut :
a. Komisaris
b. Direksi
c. General Manager
• R & D Manager
• Plantation Manager
• Factory Manager
• Service B & F Manager



finishing of shoot




neh dengan para crew 56 films from jogjakarta.. teman2 dari jogja ini sebagian besar adalah mahasiswa UGM.. senang bisa berkerjasama dengan mereka... Bravo buat 56 films... tar lok sukses berat aku di ikutkan yah dalam acara tumpengannya... hahahahhaha..

Kamis, 12 Juni 2008

BAS actions on 2008




weh.. rupanya kenangan ini pasti suatu saat akan hadir kembali... akan jadi kenangan tak terlupakan kalo tiep hari diajak makan siang terus hehehehehehehhe

Kamis, 29 Mei 2008

kantor baruku




mulai mempelajari dari awal lagi... untung pada murah senyum

Jumat, 24 Agustus 2007

My Office.. memoar on BAS




ya... beginilah susana kantor, penuh keakraban, canda tawa, kekeluargaan tapi tetep mesti profesional