adscamp

Jumat, 25 Mei 2012

MODUL UMUM TAEKWONDO

MODUL UMUM TAEKWONDO

 

PENDAHULUAN

Taekwondo adalah olahraga bela diri modern yang berakar pada bela diri tradisional Korea. Tae Kwon Do yang terdiri dari 3 kata: tae berarti kaki/menghancurkan dengan teknik tendangan, Kwon berarti tangan/menghantam dan mempertahankan diri dengan teknik tangan, serta Do yang berarti seni/cara mendisiplinkan diri. Maka jika diartikan secara sederana, Tae Kwon Do berarti seni atau cara mendisiplinkan diri/seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong.

Tiga materi penting dalam berlatih Tae Kwon Do adalah Poomse, Kyukpa dan Kyorugi.

1.          Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.

2.          Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayubatu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan teknik tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.

3.          Kyorugi atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar tau poomse, di mana dua orang yang bertarung saling mempraktekan teknik serangan dan teknik mempertahankan diri.

Dasar-dasar tae kwon do terentuk dari kombinasi berbagai teknik gerakan menyerang dan bertahan yang menggunakan bagian tubuh kita untuk menghadapi lawan. Dasar-dasar tae kwon do terdiri dari 5 komponen dasar, yaitu:

1.       Bagian tubuh yang menjadi sasaran (Keup So).

2.       Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang atau bertahan.

3.       Sikap kuda-kuda (Seogi).

4.       Teknik bertahan/menangkis (Makki).

5.       Teknik serangan (Kongkyok Kisul) yang terdiri dari Pukulan/Jierugi (Punching), Sabetan/Chigi (Striking), tusukan/Chierugi (Thrusting), Tendangan/Chagi (Kicking)

SEJARAH TAEKWONDO

Taekwondo yang kita kenal sekarang, mempunyai sejarah yang sangat panjang seiring dengan perjalanan sejarah Bangsa Korea, dimana beladiri ini berasal. Sebutan Taekwondo sendiri baru dikenal sejak tahun 1954, merupakan modifikasi dan penyempurnaan dari berbagai beladiri tradisional Korea.

Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association (KTA) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea, menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu, untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur, sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation (WTF) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia, dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.

SEJARAH SINGKAT TAEKWONDO INDONESIA

Pada awalnya berkembang Taekwondo di Indonesia pada tahuan 70 an,masuk dan berkembang terlebih dahulu adalah Taekwondo yang beralifikasi ke ITF (International taekwondo federation) yang waktu itu bermarkas di Tronto kanada dan aliran ini dipimpin dan dipelopori ileh Gen.Choi Hong Hi, kemudian berkembang juga aliran taekwondo aliran yang beralifikasi WTF (World Taekwondo Federation) yang berpusat di Kukkiwon Seoul Korea Selatan dan dipimpin oleh Dr.Un yong Kim. Di Indonesia kedua aliran ini yang masing-masing mempunyai organisasi ditingkat nasional yaitu persatuan Taekwondo Indonesia (PTI) yang beralifikasi ke ITF dipimpin oleh letjen.Leo Lopolisa dan Federasi Taekwondo Indoonesia (FTI) yang beralifikasi ke WTF dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri. Atas kesepakatan bersama dan melihat prospek perkembangan di dunia olahraga International dan Nasional, maka Munas taekwondo yang pertama di Indonesia tanggal 28 Maret 1981 menghasilkan organisasi taekwondo baru yang disebut Taekwondo Indonesia yang merupakan peleburan kedua organisasi sebelumnya dan dipimpin oleh Leo Lopolisa sebagai Ketua Umumnya, sedangkan organisasi ditingkat pusatnya (Jakarta) disebut PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia). Munas Taekwondo Indonesia I pada tanggal 17-18 September 1984 menepatkan Letjen Sarwo Edhie Wibowo sebagai Ketua umum Taekwondo Indonesia periode 1984-1988, maka era baru Taekwondo indonesia yang bersatudan kuat dimulai.Selanjutnya Taekwondo Indonesia sempat dipimpin oleh Soeweno, Harsudiyono Hartas, dan sekarang oleh Mayen (mar) Suharto. Kini Taekwondo Indonesia telah berkembang di 27 propinsi dan diikuti aktif oleh hampir 300.000 anggota,hal ini belum yang yang tidak aktif lagi berlatih,serta telah dipertandingkan resmi di arena PON.

 

ETIKA DAN MORAL BERLATIH TAEKWONDO

 

Etiket Saat Berlatih Ditempat Latihan (Dojang)

1.       Bila mana anda memasuki Do Jang, berikan hormat kepada :

a.       Lambang Taekwondo Indonesia/Do Jang tempat berlatih

b.      Instruktur/Pelatih, Pengurus

c.       Senior/sesame Taekwondoin

d.      Saat meninggalkan Do Jang

2.       Bilamana anda hendak berlatih, masuklah Do Jang dan duduk/bersikaplah dengan sopan sampai pelatih datang. Jangan meninggalkan Do Jang tanpa seijin pelatih.

3.       Jangan mengenakan sepatu, merokok, mengunyah permen karet, tertawa keras, dan berkata-kata kotor dalam Do Jang.

4.       Pada saat berlatih, kenakanlah Do Bok yang bersih dan janganlah mengenakan perhiasan seperti : arloji, kalung, gelang dan cincin.

5.       Bilamana mau bermaksud menemui pelatih, hormatlah terlebih dahulu kemudian sampaikanlah maksud anda dengan sopan dan berikan hormat setelah keperluan anda selesai.

6.       Bilamana anda menemui kesulitan didalam berlatih dan anda memerlukan bimbingan dari pelatih, sampaikanlah kesulitan anda dengan sopan, sederhana dan jelas. Jangan menyuruh pelatih anda untuk mendemontrasikan atau melakukan sesuatu hal, tetapi cukup jelaskan bahwa anda tidak mengerti akan sesuatu hal dan percayakanlah pelatih anda akan memberikan bimbingan yang baik dan benar.

7.       Seluruh Taekwondoin harus patuh dan hormat kepada pelatih. Taekwondoin senior harus memberikan contoh yang baik kepada Taekwondoin yang lebih junior.

8.       Jangan mendemontrasikan atau mengajarkan Taekwondo di liar Do Jang tanpa sepengetahuan atau seijin pelatih anda. Janganlah mencemarkan nama baik Taekwondo, Pengurus, Pelatih dan Alma Mater dimana anda berlatih Taekwondo.

9.       Untuk mengikuti kejuaraan ataupun aktivitas Taekwondo maupun seni beladiri lain, anda harus mendapat ijin dari pelatih.

Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do

1.       Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan.

2.       Kuning melambangkan bumi, disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar Taekwondo dengan kuat. (mempelajari jurus dasar (taeguk) 1). Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dulu.

3.       Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar Taekwondo mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2 dan 3). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dulu.

4.       Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya, memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari. (mempelajari taeguk 4 dan 5). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dulu.

5.       Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita. (mempelajari taeguk 6, 7 dan 8). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip satu dan merah strip dua dahulu.

6.       Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 10.

 Filosofi Moral Warna Sabuk TAEKWONDO

·         Putih     =   kita belum tau apa-apa  baru belajar misalnya Juchom Seogi

·         Kuning =   lambang tanah  teknik Juchom Seoginya mulai ditanam

·         Hijau      =   lambang tanaman  teknik Juchom Seoginya mulai berkembang

·         Biru        =   lambang langit  teknik Juchom Seoginya mulai tinggi

·         Merah =   lambang bahaya  teknik Juchom Seogi kalau dipakai utk menyerang sembarangan bisa membahayakan orang lain dan diri sendiri. lambang matahari  juga bisa jadi pedoman dan panutan orang lain terutama kalau teknik Jochom Seoginya dipakai utk kebaikan\bantu orang lain

·         Hitam    =   lambang besi / keras atau kematangan dan kedewasaan  setelah melewati proses penempaan keras dan kuat seperti besi baja yang mengartikan juga lambang keberanian dan kepercayaan diri , tidak takut gelap lagi. Kematangan karakter, penguasaan teknik dan penguasaan diri, walaupun punya teknik Juchum Soegi yg mantep, selalu mengutamakan keselarasan dan kebaikan bukannya kekerasan.

  

JANJI  TAEKWONDO INDONESIA


Kami Taekwondo Indonesia Berjanji :

1.          Menjunjung tinggi nama Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

makna & manfaat : bukti kecintaan terhadap indonesia, bs menjadi contoh utk org yg buta akan perjuangan pahlawan RI.

2.          Mantaati Azas-Azas Taekwondo Indonesia.

makna & manfaat : melatih menjadi pribadi yg disiplin.

3.          Menghormati Pengurus, Pelatih dan para Senior Taekwondo Indonesia.

makna & manfaat : menerapkan sosialisasi dan silaturahmi yg baik.

4.          Selalu berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam menjaga nama baik Taekwondo Indonesia.

makna & manfaat : belajar untuk bertanggung jawab dengan segala ucapan dan tingkah laku kita.

5.          Menjadi Pembela Keadilan dan Kebenaran.

makna & manfaat : belajar untuk saling tolong menolong, membela yg benar, bukan yg memiliki tahta, bukan yg memiliki harta, tapi membela yg BENAR.

 

 

PELATIHAN DASAR MENTAL DAN

TEKNIK BASIC TAEKWONDO

 

Metode pembinaan mental Taekwondo dimulai sejak dari awal mulai bergabung latihan sampai seterusnya berlatih Taekwondo, saat masuk para murid dikenalkan dengan makna dan arti dari Taekwondo.....aturan umum yang berlaku di Dojang antara anggota Dojang(junior, senior, Sabeum Nim dan Kwan Jang Nim) etika saat berlatih dll.

Taekwondo bertujuan untuk mengembangkan potensi manusia secara utuh sehingga menjadi pribadi yang lebih baik(fisik, mental dan spiritual) sehingga bisa menjadi orang yang berguna dan membawa kebaikan bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan dunia secara umum.

Secara fisik tubuh para Taekwondoin dibentuk dan dikembangkan kekuatan dan kelenturannya melalui pengajaran teknik2 gerakan fisik untuk kesehatan dan pembelaan diri yang diulang ulang terus menerus.

Secara Mental dan Spiritual Taekwondoin diajarkan pola pikir yang benar(tahu membedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang baik dan tidak baik) melalui penanaman kebiasaan baik yang dituntut dipraktekkan oleh para Taekwondoin, misalnya untuk selalu disiplin datang tepat waktu pada saat latihan, untuk terus selalu berusaha tanpa kenal menyerah(misalnya saat latihan teknik tendangan...... awal2 mungkin belum bisa dan menghadapi kesulitan namun terus diminta dan dibimbing untuk terus melakukan sampai bisa), untuk mengatasi rasa takut......(misalnya kadang2 ada Taekwondoin yang takut sparring,,,,,,maka Sabeum Nim yang melatih akan membimbing dan mengarahkannya secara bertahap agar Taekwondoin tersebut tidak takut lagi atau minimal berkurang ketakutannya dengan cara melatih teknik2 sparingnya secara bayangan dulu sampai dia yakin...lanjut ke latihan berpasangan yang diatur.....lanjut ke semi fight......baru lanjut ke free sparring), dll

 

Mengenai meditasi/Mokyum

Dalam Taekwondo ada 2 jenis meditasi;

1.  Meditasi pasif, meditasi yang dilakukan dalam posisi pasif  tidak bergerak

2. Meditasi aktif, meditasi yang dilakukan sambil bergerak(Saat latihan, saat melakukan Poomsae, Sparring dll)

 

Langkah pertama adalah mengetahui tujuan dari meditasi

meditasi merupakan cara yang dipakai praktisi Taekwondoin untuk menyatukan pikiran, tubuh dan perasaannya dalam satu kesatuan utuh dengan tujuan mencapai kontrol kesadaran dan kewaspadaan tertinggi

 

Langkah kedua adalah mencoba menyelaraskan pikiran, tubuh dan perasaan Taekwondoin dengan latihan pernafasan dalam posisi pasif(berdiri atau duduk/an jo).....sebagai awal2 biasanya dengan teknik pernafasan dalam, panjang dan lambat. Pikiran, tubuh dan perasaan difokuskan pada satu hal(misalnya pada latihan 100%) Biasanya diawal dan diakhir latihan formal saat upacara pembukaan dan penutupan selalu dimulai dan ditutup dengan meditasi

 

Langkah ketiga selalu mencoba menyelaraskan pikiran, tubuh dan perasaan dalam tiap teknik-teknik yang dilakukan saat berlatih.... baik itu saat senam, latihan fisik, teknik.... jadi sebenarnya dalam sesi latihan Taekwondo dari awal sampai akhir Taekwondoin itu melakukan latihan sambil bermeditasi, atau dengan kata lain Taekwondo itu adalah kegiatan meditasi. Poomsae adalah salah satu contoh latihan meditasi aktif karena dalam melakukan Poomsae Taekwondoin harus memfokuskan pikirannya pada teknik dan gerakan, mengatur nafas dengan tepat, mengatur posisi setiap anggota tubuhnya dengan tepat, dan mengekspresikan perasaanya dalam gerak

 

 

Langkah keempat adalah mencoba mempraktekan apa yang dilatih saat di Dojang dalam kehidupan sehari-hari dan mencoba mencermati apa efek baik yang didapatkan dari aktifitas itu

Dalam filosofi tkd dikenal 3 unsur di dunia ini/Sam Jae; yaitu unsur Langit, unsur Manusia dan unsur Bumi(sesungguhnya seragam latian kita merupakan simbol dari 3 unsur ini, dimana pakaian atas melambangkan langit, sabuk melambangkan manusia dan celana melambangkan bumi).

Sehubungan dengan 3 unsur di dunia (Manusia, Bumi dan Langit) ,dibagi lagi menjadi dunia mikro/dunia kecil dan dunia makro/dunia secara keseluruhan. Dalam dunia mikro unsur langit dilambangkan dengan pikiran kita, unsur manusia adalah jiwa/roh kita, dan unsur bumi adalah tubuh fana kita. Dalam dunia makro unsur langit adalah Surga yang merupakan Kekuatan Adikodrati, unsur manusia adalah seluruh manusia di dunia ini, dan unsur bumi adalah segala sesuatu yang ada di dunia ini diluar manusia(seperti hewan, tumbuhan, alam, dll) . Dipercaya jika salah satu atau lebih dari 3 unsur ini kacau, maka akan timbul kekacauan didunia ini. Untuk itu harus diusahakan keseimbangan dan keselarasan diantara ketiganya untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Dalam latihan Taekwondo kita diajarkan utk membuat 3 unsur tersebut bekerja menyatu secara harmonis. Secara mikro kita belajar menyatukan pikiran, jiwa dan tubuh kita dalam setiap teknik beladiri dan apapun yang kita lakukan(tidak hanya pukul tendang saja) supaya teknik dan apa yang kita lakukan menghasilkan hasil yang maksimal. Kitapun belajar memiliki keselarasan dalam berfikir, berucap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari di dunia kita sendiri maupun didunia yang lebih luas/makro(dalam dunia pergaulan, dunia kerja, dunia sosial dll) Kita juga belajar hidup selaras dengan dunia secara keseluruhan berdasarkan kebaikan universal yang kita coba jalankan.

Manusia adalah mahluk berfikir, ia juga mahluk bergerak dan mahluk yang merasa. Maka dalam latihan tkd secara mikro ada olah pikir, olah raga dan olah rasa. Dan ketiga unsur tadi dicoba disatukan melalui latihan meditasi(baik meditasi pasif ataupun aktif) untuk mengembangkan kesadaran tertinggi guna mencapai kontrol diri yang maksimal. Sehubungan dengan dunia makro, para Tae Kwon Doin belajar dan berlatih mencintai dan mengamalkan nilai2 kebaikan universal sesuai kehendak Surga dalam kehidupannya sehari-hari kepada seluruh mahluk dan alam agar tercipta kedamaian dan dunia yang lebih baik sebagai buah dari keselarasan

Setelah memahami teknik2 dasar dengan benar(termasuk teknik kuda2/Soegi, tangkisan/Makki, pukulan/Jireugi, tusukan/Chirigi, sabetan/Chigi, tendangan/Chagi, teknik melangkah/Bal Umjigigi, teknik pergeseran tubuh/Mom Umjigigi, teknik pernafasan, relaksasi dan tension, konsentrasi, dll) barulah kemudian teknik2 dasar itu dirangkum menjadi satu rangkaian jurus/Poomsae yg bisa dilatih seorang diri secara terus menerus dengan bantuan instruktur (sabeum).

 

TEKNIK DASAR TEKNIK TEKWONDO

Dasar-dasar Taekwondo terdiri dari lima komponen dasar, yaitu :

1. Bagian tubuh yang menjadi sasaran (Keup So):

a.       A RAE (sasaran bagian bawah tubuh)

b.      MOMTONG (sasaran tengah/ulu hati)

c.       EOL GOL (sasaran bagian atas/kepala/muka)

2. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan :

  1. JOOMOEK (kepalan) Deung-Jumeok (punggung kepalan), Me-Jumeok (kepalan palu), Pyon-Jumeok, Bam-Jumeok, Jipke-Jumeok.
  2.  SONNAL (pisau tangan)
  3. PALMOK (lengan) An Palmok (lengan bagian dalam), Bakkat Palmok (lengan bagian luar) , Deung Palmok, Mit Palmok.
  4. BAL (kaki)
  5. PAL GUP (siku)
  6.  AP CHUK (telapak kaki bagian depan)
  7. BAL NAL (pisau kaki)

  

3.    Sikap kuda-kuda (Seogi)

 

1.       Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka), terdiri atas :

a.       Pyeonhi Seogi (sikap kuda-kuda rileks)

b.      Charyeot Seogi (sikap kuda-kuda bersiap)

c.       Naranhi Seogi (sikap kuda-kuda sejajar).

d.      Juchum Seogi (sikap kuda-kuda duduk).

e.      Ap Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek).

f.        Ap Kubi Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang).

g.       Dwit Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L).

h.      Beom Seogi (sikap kuda-kuda harimau).

i.         Hakdari Seogi (sikap kuda-kuda satu kaki)

2.       Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup), terdiri atas Moa Seogi dan Koa Seogi (sikap kuda-kuda kaki menyilang).

3.       Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus), terdiri atas Kibon Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap), Bojumeok Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan).

 

4. Teknik bertahan/menangkis (Makki)

a.       EOLGOL MAKKI (Tangkisan kearah kepala)

b.      AN PALMOK MOOMTONG BAKAT MAKKI  (Tangkisan kedalam menggunakan tangan bagian luar)

c.       AKAT PALMOK MOMTONG BAKAT MAKKI (Tangkisan keluar menggunakan tangan bag luar)

d.      BAKAT PALMOK MOOMTONG AN MAKKI  (Tangkisan keluar mempergunakan tangan bag dalam)

e.      HANSONAL MOOMTONG BAKAT MAKKI   (Tangkisan pisau tangan dr dlm  keluar)

f.        SONAL GODRO MOOMTONG BAKAT MAKKI (Tangkisan tengah dengan dua  tangan pisau)

g.        SONAL GODRO ARAE BAKAT MAKKI  (Tangkisan bawah dengan dua tangan pisau)

h.      BAKAT PALMOK GODRO AN MAKKI (Tangkisan dua tangan kepalan kearah dada)

5. Teknik serangan (Kongkyok Kisul)

a. JIEURIGI (Pukulan)

1)      EOL GOL  JIEURIGI (pukulan ke atas)

2)      MOOMTONG JIEURIGI (pukulan ke tengah)

3)      ARAE JIEURIGI (pukulan ke bawah)

4)      DO BEON JIEURIGI (2 kali pukulan)

5)      YEOP JIEURIGI (pukulan ke samping)

6)      OREON JIREUGI (pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang)

 

b. CHIGI (Sabetan)

1)      JAEBI POOM MOK CHIGI (sabetan kearah leher sambil tangkisan ke atas

2)      DEOLO CHIGI (sabetan kaki dari atas ke bawah)

3)      HAN SONNAL MOK CHIGI (sabetan tunggal dengan pisau tangan)

c. CHIREUGI (Tusukan)

1)      PYONSENKEUT SEWO CHIREUGI (tusukan kea rah uluhati)

2)      KAWISONKEUT CHIREUGI (tusukan dengan ujung jari kea rah mata)

d. CHAGI (Tendangan)

1)      AP CHAGI ( Tendangan depan ke arah perut menggunakan kaki depan)

2)      DOLLYO CHAGI (Tendangan dari arah samping)

3)      YEOP CHAGI  (Tendangan samping menggunakan pisau kaki)

4)      DWI CHAGI (Tendangan belakang)

5)      TWIEO DWI CHAGI (Tendangan belakang yang dilakukan sambil melompat)

6)      TWIEO YEOP CHAGI (Tendangan samping yang dilakukan sambil melompat)

7)      NARE CHAGI / GOLEY (Tendangan ganda)

8)      SIP CHAGI AN CHAGI (Tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan araemaki)

9)      PENRIYTI CHAGI  (Tendangan keliling)

10)   DWI HURIGI (Tendangan berputar melalui belakang)

11)   DEL'O CHAGI (Tendangan mencangkul ke arah kepala menggunakan tumit)

 

TERMINOLOGI  BAHASA TAE KWON DO

 UMUM

Sabum = Instruktur

Sabeum Nim = Instruktur Kepala

Sonbae = Senior

Hubae = Junior

Dobok = Seragam Tae Kwon Do

Ti = Sabuk Latihan

Dojang = Tempat latihan

Kyupa = Tek. Pemecahan benda keras

Hosinsul = Tek. Beladiri praktis

Kyoruki = Sparing/bertarung

Kyungrye = Hormat

Keysok = Lanjutkan

Kalryeo = Stop (Sementara)

Keuman = Selesai

Oen = Kiri

Oreon = Kanan

Menicip = pengawas taekwondo

 

INSTRUKSI/ABA-ABA

Joonbi = Siap

Chariot = Mempersiapkan diri

Sijak = Mulai

Kalryeo = Stop

Keysok = Lanjutkan

Kyoongnyeh = Hormat

Dora = Balik

Ol gol = Sasaran atas

Momtong = Sasaran tengah

Arae = Sasaran bawah

Dobeon = dua kali

Sambeon = tiga kali

iljang = taeguek satu

ij ang = taeguek dua

sam jang = taeguek tiga

sah jang = taeguek empat

oh jang = taeguek enam

 

HITUNGAN

Hana - satu

Dool - dua

Set - tiga

Net - empat

Dasot - lima Yasot - enam

Ilkop - tujuh

Yodol – delapan

Ahop - sembilan

Yol – sepuluh


 

 

Contoh Penggunaan Bahasa yang sering digunakan

·         Owen Ap Kubi Bakat Palmok Are Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, tangkisan arah bawah sejajar dengan kaki depan).

·         Momtong Makki / Middle block

·         Owen Ap Kubi Bakat Palmok Momtong Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari dalam ke luar dengan menggunakan lengan bagian luar, tangkisan sejajar dengan kaki depan).

·         Owen Ap Kubi Bakat Palmok Momtong Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari luar ke dalam menggunakan lengan bagian luar, tangkisan sejajar dengan kaki).

·         Owen Ap Kubi Bakat Palmok Momtong An Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari luar ke dalam menggunakan lengan bagian luar, tangkisan berlawanan dengan kaki).

·         Owen Ap Kubi An Palmok Momtong Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari dalam ke luar menggunakan lengan bagian dalam, tangkisan searah dengan kaki).

·         Eolgeol Makki / High block

·         Owen Ap Kubi Bakat palmok Eolgeol Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, tangkisan arah atas kepala menggunakan lengan bagian luar, tangkisan sejajar dengan kaki).

·         Jireugi (Pukulan dengan kepalan)

o    Owen Ap Kubi Momtong (Bandae) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan arah perut (ulu hati), pukulan sejajar dengan kaki).

o    Owen Ap Kubi Momtong (Baro) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati), pukulan berlwanan dengan kaki).

o    Oreun Ap Kubi Momtong (Bandae) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan arah perut (ulu hati), pukulan sejajar dengan kaki).

o    Oreun Ap Kubi Momtong (Baro) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati), pukulan berlwanan dengan kaki).

o    Oreun Ap Kubi Momtong Dobeon Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati) dua kali, pukulan pertama searah dengan kaki).

o    Owen Ap Kubi Momtong Dobeon Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati) dua kali, pukulan pertama searah dengan kaki).

o    Owen Ap Kubi Are (Baro) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah bawah perut , pukulan berlwanan dengan kaki).

o    Oreun Ap Kubi Are (Bandae) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah bawah perut, pukulan sejajar dengan kaki).

o    Owen Ap Kubi Eol-Geol (Baro) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah atas (kepala) , pukulan berlwanan dengan kaki).

o    Oreun Ap Kubi Eol-Geol (Bandae) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah atas (kepala), pukulan sejajar dengan kaki).

o    Ap Chagi / Ap Cha Ki / Front kick (tendangan arah lurus kedepan)

o    Yeop Chagi / Yeo Cha Ki / Side kick (tendangan arah samping)

o    Dollyo Chagi / Dol Ryo Cha Ki / Round kick (tendangan melingkar kedepan)

o    Ap Niro Chagi (tendangan dengan sentakan dan dorongan kedepan)

o    Dwi Chagi / Backward kick (tendangan arah belakang)

o    Pyojop Chagi (tendangan menampar)

o    Del Ol Chigi / Smash Kick (tendangan smash dari atas ke bawah seperti “cangkul”)

o    Chao Ligi / Cha Ol Ri Ki /(tendangan ayunan lurus ke depan dari bawah ke atas dengan sasaran dagu).

 

MATERI TEKNIK TAEKWONDO

 

TINGKAT SABUK/GEUP  :  PUTIH / X

·         Teknik Tangan : Kuda-kuda Apkoobi, Joosum Seogi

·         Tangkisan ( Makki )

o   Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah

o    Momtong An Makki : Tangkisan ke arah perut dari luar ke dalam

o   Momtong Bagkat Makki : Tangkisan ke arah perut dari dalam ke luar

o   Eolgol Makki : Tangkisan ke arah kepala

o   Batangson Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah dengan telapak tangan

·         Pukulan ( Jireugi )

o   Momtong Jireugi : Pukulan ke arah perut

o    Eolgol Jireugi : Pukulan ke arah kepala

o    Gabrion / Dobeon : Pukulan dua kali ke arah perut

o    Sambion : Pukulan tiga kali ke arah kepala, leher, perut

o   Cekikan / Sodokan ( Chireugi )

o   Ageum son keut chireugi : Cekikan ke arah leher

o   Gawison keut chireugi : Sodokan ke arah mata dengan dua jari

o   Ape son keut chireugi : Sodokan ke arah leher dengan ujung jari

o   Pionson keut chireugi : Sodokan ke arah ulu hati dengan ujung jari

·         Sabetan ( Chigi )

o    Sonal Mok Chigi : Sabetan ke arah leher/pelipis

·         Teknik Tendangan (Chagi)

o   Momtong Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah perut dengan Apchook

o    Eolgol Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah kepala dengan Apchook

o    Noppi Ap Chagi : Tendangan melompat lurus dengan Apchook

o    Dello / Ball Chagi : Tendangan mencangkul arah kepala

o   Dollyo Chagi : Tendangan melingkar

TINGKAT SABUK : KUNING POLOS - KUNING STRIP GEUP : IX-VIII

·         Teknik Tangan :

o   Doopalmok Makki : Tangkisan dua tangan kearah perut

o   Dobeon Jireugi : Pukulan dua kali arah perut

o   Sambion : Pukulan tiga kali arah kepala, leher, perut.

o   Chiq Jireugi : Pukulan kearah dagu.

o   Batangson momtong Makki : Tangkisan dengan telapak tangan kearah perut.

o   Sonnal Momtong Makki : Tangkisan kearah perut dgn telapak tangan bentuk sonal.

o   Hansonal Momtong Makki : Tangkisan tangan menyilang di dada, satu dikepal yang menangkis membentuk sonal.

o   Momtong yeoup jireugi : Pukulan menyodok dari arah samping kearah perut.

·         Tendangan ( Chagi )

o    Momtong Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah perut

o   Eolgol Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah kepala

o   Dwi Chagi : Tendangan balik menyodok kearah perut

o   Yeoup chagi : Tendangan balik menyodok kepala dengan pisau kaki

o   Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait arah kepala

o   Idan Dollyo chagi : Tendangan melingkar dengan kaki depan.

o   Puti Chagi : Tendangan menampar dari luar kedalam

o   Puti Chumagi : Tendangan menampar dari dalam keluar


TINGKAT SABUK : HIJAU - HIJAU STRIP GEUP : VII-VI

·         Teknik Tangan :

o   Pionsonkeut sewo chirugi : Sodokan kearah perut dengan dibarengi tangkisan

o   Dollyo Jireugi : Pukulan melingkar kearah pelipis

o   Jibibem sonal mok chigi : Sabetan kearah kepala dibarengi dengan tangkisan

o   Bagat Palmok Makki : Tangkisan dengan dua telapak tangan mengepal kerah perut.

·         Tendangan ( Chagi )

o   Dolke chagi : Tendangan berputar 180 derajat, dengan punggung kaki

o   Dwi yeoup chagi : Tendangan balik menyodok leher dengan pisau kaki

o   Idan Yeoup chagi : Tendangan menyodok dengan kaki depan, membentuk pisau kaki kearah leher.

o   Idan Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait kearah kepala dengan menggunakan telapak kaki depan.

o   Pekta Chagi : Tendangan kaki depan ditarik setengah menggunakan punggung kaki.

o   Twio Dollyo Chagi : Tendangan melompat /slaiding ditempat / kebelakang

o   Mad badad chagi : Tendangan melompat / slaiding kesamping

o   Ball Badad : Tendangan mendorong dengan seluruh bagian telapak kaki

TINGKAT SABUK : BIRU – BIRU STRIP GEUP : V-IV

·         Teknik Tangan :

o   Jibibeum Sonnal mok chigi : Sabetan dan tangkisan secara bersamaan arah kepala telapak terbuka.

o    Jibibeum Theok chigi : Sodokan arah dagu dan tangkisan secara bersamaan kearah kepala telapak tangan terbuka.

o   Palkop piojok chigi : Serangan menggunakan sikut dengan satu tangan sementara tangan lain meraih kepala.

o   Dollyo palkop : Serangan melingkar dengan menggunakan sikut.

o   Yeoup Palkop : Serangan menyodok dengan menggunakan sikut.

o   Dwi Palkop : Serangan dari arah bawah dengan menggunakan sikut.

o   Ollio Palkop : Serangan balik kearah belakang dengan menggunakan sikut.

·         Tendangan ( Chagi ) :

o   Twio Dwi Chagi : Tendangan lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut

o   Dwi Khurigi : Tendangan berbalik mengkait dengan menggunakan telapak kaki.

o   Narae chagi : Tendangan dengan menggunakan punggung kaki secara langsung 2 kali atau lebih.

o   Idan Ap Khurigi : Tendangan mengkait arah depan/muka dengan telapak kaki.

o   Idan Palko Dwi Chagi : Tendangan lompat sejajar kaki depan diangkat dan kaki belakang menendang balik dengan tumit kaki.

o   Noppi Dwi Chagi : Tendangan kaki belakang laiding diangkat ke depan sedangkan kaki depan balik menendang dengan tumit kaki.

o   Noppi Dwi Khurigi : Sama dengan Noppi Dwi Chagi namun menendangnya dengan telapak kaki secara mengkait.

  

RANGKAIAN GERAKAN KIBON, TAEGUK & POOMSE

Poomse merupakan intisari gerakan dasar Tae Kwon Do. Poomse terdiri atas 2 kata yaitu Poom dan Se yang berarti rangkain bentuk gerakan. Poomse merupakan pelajaran pokok dalam Tae Kwon Do yang dibagi menjadi dua yaitu :

1.    Poomse yang belum mencapai tingkatan sabuk hitam yaitu Tae Geuk 1 sampai dengan Tae Guk 8.

2.    Poomse untuk tingkatan sabuk hitam yaitu Kor Yo (Dan 1), Keum Gang (Dan 2), Tae Back (Dan 3), Pyon Won (Dan 4), Ship Jin (Dan 4, Dan 5), Ji Tae (Dan 5, Dan 6), Chun Kwon (Dan 6), Han Soo (Dan 7), IL Yeo (Dan 8).

Namun sebelum bisa berlatih Poomsae seorang diri dengan baik, tiap Taekwondoin harus mempelajari dulu tiap Dongjak/gerakan yang benar dari masing-masing teknik Taekwondo sehingga bisa menghasilkan Poom yang baik dan benar dibawah bimbingan Pelatih yang menguasai dan bisa mengajarkan alur gerak, pengaturan nafas, bagian tubuh yg dijadikan senjata, dan target sasaran dari tiap Dongjak dan Poom, baru kemudian masing2 Poom yang berbeda itu dirangkai dalam satu kesatuan jurus/ Poomsae.

Untuk menguasai Poomsae, Taekwondoin harus mengerti dan menguasai Dongjak, Poom dan Poomsae. Setelah memahami teknik2 dasar dengan benar(termasuk teknik kuda2/Soegi, tangkisan/Makki, pukulan/Jireugi, tusukan/Chirigi, sabetan/Chigi, tendangan/Chagi, teknik melangkah/Bal Umjigigi, teknik pergeseran tubuh/Mom Umjigigi, teknik pernafasan, relaksasi dan tension, konsentrasi, dll) barulah kemudian teknik-teknik dasar itu dirangkum menjadi satu rangkaian jurus/Poomsae yg bisa dilatih.

 Untuk menguasai Poomsae/rangkaian jurus dengan baik, Taekwondoin harus melatih Poomsae ini berulang-ulang sampai puluhan ribu kali sampai teknik dan jurus tersebut menyatu dengan praktisinya. Teknik2 dan jurus2 Tae Kwon Do diberikan secara bertahap dimulai dari yg paling sederhana dan simple sampai ke teknik2 dan jurus2 yg rumit berdasarkan penguasaan dan tingkatan sabuk praktisinya.

Untuk tingkatan Geup X materi dasarnya Kibon 1, Geup IX Kibon 2 dan 3(tergantung dojang) untuk Geup VIII sampai Geup I Poomsae Taeguk dan atau Palgwe Il Jang sampai Pal Jang(tergantung Dojang). Untuk para Judansha/penyandang Dan, ada Koryo sampai Ilyo bagi Dan I sampai Dan IX.  Semakin tinggi tingkatan sabuk praktisi Taekwondo, semakin banyak dan bervariasi pula teknik2 dan jurus2 yg wajib dikuasainya. Untuk pemula/Geup X/sabuk putih Poomsae wajibnya Kibon 1(tergantung Dojang) yg terdiri dari 20 Poom dengan 2 kali Kihop. Poomsae Kibon 1 hanya terdiri dari 1 teknik tangkisan=Are Makki, 1 teknik pukulan= Momtong Jireugi dan 2 teknik kuda2= naranhi soegi(Kibon junbi) dan Ap kobi.

Jika telah menguasai Poomsae dasar ini dalam waktu 4 bulan berlatih baru praktisinya diperbolehkan mengikuti tes kenaikan tingkat. Intinya Poomsae itu merupakan identitas dan intisarinya beladiri Taekwondo, mudah2an kita semua bisa mendapatkan inti dan isi bukan hanya sekedar kulit dan sabuk semata.

Poomsae dalam Tae Kwon Do termasuk Poomsae dasar Taeguk diciptakan menurut prinsip Um Yang mengenai adanya dua energi kekuatan yg saling bertentangan satu sama lain namun bisa saling melengkapi dan berdampingan dengan harmoni. Pal(delapan) Gwe adalah simbol2 kekuatan dari alam semesta yg merupakan peringkasan dari 64(8X8) unsur kekuatan lainnya yg saling berinteraksi di dunia ini. Selain melatih Tubuh, poomsae inipun mengandung maksud utk melatih rasa, pikiran dan mendidik praktisi TKD utk menjadi orang yg baik dan berguna bagi dunia dan sesama. Untuk itu perlu juga pemahaman mengenai filosofi timur dan ajaran moral yg terkandung dalam Poomsae

Dalam mempelajari Tae Geuk harus mengikuti dan mengetahui diagram dan arah gerakannya yang berasal dari simbol-simbol filosofi timur yang disebut Pal Gwe (diagram segi delapan / Pat Kwa / Octagon). Poomse Tae Geuk adalah poomse dasar dalam Tae Kwon Do. Tae berarti keagungan dan Geuk berarti keabadian, dengan demikian dapat disimpulkan tae geuk tidak berbentuk, tanpa permulaan dan akhir, segala sesuatu berawal dari keagungan dan keabadian. Tae Geuk mengikuti hokum alam ang disebut dengan Teori Ying Yang (Im yang) atau di Korea dikenal dengan nama Um Yang.

Tingkatan Belajar Teuguk Poomse

·         Sabuk Kuning polos                     :             Taeguk 1 (Il Jang)

·         Sabuk kuning strip hijau :             Taeguk 2 (Ee Jang )

·         Sabuk Hijau polos              :             Taeguk 3 (Sam Jang)

·         Sabuk Hijau strip Biru       :             Taeguk 4 (Sa Jang)

·         Sabuk Biru polos                 :             Taeguk 5 (Oh Jang )

·         Sabuk Biru strip merah    :             Taeguk 6 (Yook Jang )

·         Sabuk Merah polos                      :             Taeguk 7 (Chil Jang ) & Taeguk 8 (Pal Jang)

FILOSOFI JENIS TEUGUK POOMSE

TAEGUK IL JANG

Mengekspresikan lambang Keon dari Palgwe yg merepresentasikan Surga dan Cahaya yg dilambangkan dengan langit. Surga memberikan kita hujan dan matahari memberikan kita cahaya, keduanya membuat segala segala sesuatunya tumbuh berkembang didunia ini. Oleh karenanya Keon adalah permulaan dari semua yg ada di bumi dan merupakan sumber dari penciptaan di semesta ini.

TAEGUK YI JANG

Mengekspresikan lambang Tae dari Palgwe yg berarti sukacita, ini adalah suatu keadaaan dimana pikiran teguh dan tabah di dalam namun sikap dijaga tetap lembut terasa dari luar sehingga memunculkan nilai2 kebaikan dan senyuman. Karenanya Teknik2 dalam Taeguk Ji Jang harus dilakukan dengan lembut namun penuh tenaga

TAEGUK SAM JANG

Mengekspresikan lambang Ri dari Palgwe yg berarti Api dan Matahari. Yang membedakan manusia dengan binatang adalah manusia tahu bagaimana memakai api utk kepentingannya. Nyala api memberikan manusia cahaya, kehangatan, antusiasme dan harapan. Karenanya teknik2 dalam Taeguk Sam Jang harus dilakukan dengan bervariasi dan penuh semangat

TAEGUK SA JANG

Mengekspresikan lambang Jin dari Palgwe yg berarti halilintar. Halilintar dan kilat adalah hal yg menakutkan dan menggetarkan. Lambang Jin ini mengajarkan kita untuk bertindak tenang dan berani walaupun sedang berhadapan dengan bahaya dan rasa takut, sehingga nantinya langit biru dan matahari yg bersinar cerah akan muncul kembali. Dalam menghadapi masalah dalam kehidupan kita Tae Kwon Doin diajarkan utk selalu bersikap tenang dan berani

TAEGUK O JANG

Mengekspresikan lambang Seon dari Palgwe yg merupakan simbol dari angin. Di dunia ini ada bermacam jenis angin yg mengerikan seperti angin topan, angin tornado dan angin badai, namun angin sebenarnya memiliki sifat alami yg lembut seperti pada saat angin musim semi membelai lembut ranting2 pepohonan. Angin melambangkan kerendahan hati. Teknik2 dalam Taeguk O Jang ada yg dilakukan lembut dan monoton seperti hembusan angin, namun ada saatnya harus dilakukan dengan kekuatan seperti terjangan angin badai yg dasyat.

TAEGUK YOK JANG

Mengekspresikan lambang Gam yang berarti air. Air adalah zat yg bersifat cair dan tidak memiliki bentuk, namun air tidak pernah kehilangan sifat alaminya yaitu air selalu mengalir kebawah. Hal ini memberikan pelajaran bahwa kita Tae Kwon Doin dapat mengatasi kesulitan dan kesusahan kalau kita berani terus menghadapinya dengan kepercayaan diri. Teknik dalam Taeguk Yok Jang dilakukan mengikuti pola air yang mengalir dan kadang berputar yg menyambung aliran yg terputus dengan teknik tendangan putar.

TAEGUK CHIL JANG

Mengekspresikan lambang Gan dari Palgwe yg berarti tempat pemberhentian paling tinggi yg melambangkan gunung. Kita harus berhenti disaat harus berhenti, dan kita harus bergerak disaat harus bergerak. Berhenti dan bergerak harus dicocokan dengan waktu untuk mencapai sesuatu dalam hidup ini. Gunung tidak pernah bergerak, Tae kwon Doin bisa belajar mengenai stabilitas dari gunung. Kita tidak boleh beraksi dengan terburu-buru dan sembrono. Teknik dalam Chil Jang dilakukan dengan memperhatikan walaupun banyak gerakan yg harus dilakukan dengan cepat kita harus tetap memperhatikan kapan dan dimana kita harus berhenti. Karenanya kuda2 beom soegi dimasukan dalam Taeguk Chil Jang untuk membatasi pergerakan bebas kita.

TAEGUK PAL JANG

Mengekspresikan lambang Gon dari Palgwe. Gon merupakan lambang dari bumi yg merupakan sumber dari kehidupan. Segala sesuatu tumbuh dan mengambil energi kehidupan yg tak terbatas dari bumi. Bumi adalah bentuk kekuatan kreatif surga yg menjadi nyata. Walaupun bumi tidak pernah bersuara, bumi menyentuh dan menumbuhkan segala sesuatu di sekitarnya. Bumi merupakan lambang cinta kasih, bumi juga merupakan awal dan akhir. Taeguk Pal Jang adalah Poomsae terakhir untuk tingkatan Geup dan merupakan batu loncatan utk Poomsae berikutnya pada tingkata Dan. Dalam tingkatan ini, Tae Kwon Doin harus mengulang, mengasah dan mematangkan teknik2 dasar yg telah dipelajari sebelumnya supaya bisa memberikan pemahaman utk menguasai teknik2 lanjut di tingkatan Dan nantinya.

Untuk menguasai Poomsae Taeguk dengan benar praktisi Tae Kwon Do harus memperhatikan ketepatan dalam alur gerak, pandangan mata, perpindahan berat badan dan harmoni kecepatan pernafasan dengan gerak. Selain itu seluruh Poomsae inipun harus selalu dilatih dalam latihan formal dan dirumah tidak hanya saat akan menghadapi ujian kenaikan tingkat saja

 untuk lebih jelas, silahkan dunlud modul yang sudah saya pakai untuk dojang GMTC disini

Attachment: modul TKD GMP.docx

Tidak ada komentar: